Kabut Asap Palembang: Dagang Lesu, Nafas Sesak, Modal Tak Balik
Palembang sedang menghadapi hari-hari berat: jalanan tampak berkabut, aktivitas warga melambat, dan para pedagang jadi pihak yang paling terasa dampaknya. Bukan soal untung tipis lagi, kini banyak yang mengeluh dagangan tak laku sejak pagi hingga malam.
Di media sosial, curhatan pedagang ramai dibagikan karena dianggap mewakili kondisi lapangan. Warganet menyoroti dua krisis sekaligus, yaitu kesehatan yang menurun karena kualitas udara buruk dan ekonomi harian yang ikut tercekik akibat pembeli memilih tetap di rumah.
Beberapa pedagang menyebut omzet turun drastis dibanding hari normal, bahkan ada yang tidak cukup untuk menutup biaya modal, sewa, dan operasional. Situasi ini bikin pelaku usaha kecil berada di posisi serba salah: tetap buka berisiko kesehatan, tutup berarti kehilangan pemasukan.
Jika kabut asap berlarut, dampaknya bisa meluas dari pedagang kaki lima ke rantai ekonomi kota secara keseluruhan. Publik kini menunggu langkah cepat yang konkret agar udara membaik, aktivitas warga pulih, dan pedagang bisa kembali bernapas lega, baik secara fisik maupun finansial.
Mau Akun Kamu Juga Ramai & Masuk FYP?
Dapatkan ribuan followers, likes, dan views nyata untuk Instagram, TikTok, YouTube, dan Twitter kamu dalam hitungan menit lewat Viralin.org.